Cinta di Batas Waktu
Seperti biasa setiap purnama penuh Syam selalu setia menanti wanitanya. Dia masih duduk menunggu di tepian danau. Ada desiran kuat di hatinya, yang tiba-tiba semakin terasa tak menentu. Panas dan berubah menjadi dingin. Jantungnya berdegup hingga terasa aliran darah mengalir lebih deras. Kemeja salur biru dilapisi jaket warna cream yang lembut, membuat tampilannya terlihat cool. Rambutnya klimis, serta aroma parfum yang melekat di tubuhnya membuat Syam terlihat lebih muda dari usianya. Syamsudin nama panjang laki-laki berkaca mata minus, yang kini masih setia menanti kehadiran permaisuri hatinya. Malam semakin larut. Angin berembus begitu kencang, saat jarum jam di tangan Syam menunjukan pukul 23.50. Syam makin tak sabar menunggu wanitanya. Dia beranjak dari batu besar tempat dia duduk. Perlahan dia langkahkan kakinya menuju danau. Dekat dan semakin dekat. Cahaya berwarna biru keemasan terpancar dari tengah danau. Sebuah benda terapung dengan cahaya yang masih menyilaukan semak...