Postingan

Menampilkan postingan dengan label flash fiction

Restu

Gambar
“Kenapa kau masih di sini?” Aku menunduk, enggan menatap wajahnya. Kupandangi padang ilalang yang mulai menguning di depan sana. Embusan angin senja mulai terasa menusuk kulit-dingin. Kulipat kedua tangan dan menyilangkannya di dada. “Apa kau benar-benar ingin sendiri?” tanya laki-laki bertubuh tinggi dengan garis memesona, terlebih jambang tipis yang mempertegas ketampanannya. Laki-laki yang telah mengisi cerita hidupku selama dua tahun. “Bukan hanya sendiri, aku ingin kau pergi dari hidupku!” urat leherku menegang. Ada rasa benci yang masih hinggap di dada, namun ada rasa cinta yang tak mungkin bisa kupungkiri. Cinta yang selama ini telah terpatri. “Apa kau yakin dengan ucapanmu?” “Tentu!” tegasku. Tiba-tiba laki-laki itu menarik lenganku. Merengkuh tubuhku dalam pelukan eratnya. Aku berusaha melepaskan tubuhku darinya. Tapi, dia semakin erat memelukku, hingga aku dapat merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang. Nafasnya memburu, sedangkan manik matanya masih m...

Perjanjian Asmara

Gambar
                              Sumber : www.pinterest.com Waktu menunjukkan pukul 00.10 WIB. Udara malam semakin dingin. Azka masih berdiri cemas menatap jendela kamar. Sesekali dia mengintip ke luar jendela. Entah apa yang dia lihat. Dia kembali melirik jam dindingnya. Dari wajahnya tampak jelas rasa cemas dan gelisah. Laki-laki itu mulai berjalan mondar-mandir. Seperti sedang menunggu seseorang. Tapi siapa? Selarut ini, kampungnya sudah sangat sunyi. Tak tampak terlihat satu orang pun melintas. Apalagi, malam jumat kliwon, banyak warga yang enggan keluyuran malam. Mungkin hanya ada beberapa orang saja di pos ronda, tapi itu jaraknya jauh, di depan gang dekat jalan utaman. Azka kembali mengintip dari tirai jendelanya yang mulai bergoyang-goyang tertiup angin. Tiba-tiba angin berembus semakin kencang, hingga jendela kamar Azka terbuka lebar. Lolongan suara anjing terdengar sangat nyaring memecahkan suana...

KESUCIAN CINTA

Gambar
"Dummm!" Ledakkan kuat menghancurkan kastil putri Anne. Beberapa pengawal tewas. Bangunan yang begitu megah dan indah, kini hanya meninggalkan puing-puing penuh dengan debu. Tak nampak lagi keasrian dan taman-taman bunga yang cantik. Semua hancur lebur menjadi serpihan mengerikan. Empat kali suara ledakan itu terdengar, dan seketika kastil megah itu hancur luluh lantak. Gemuruh bangunan nan megah menandakan kehancuran kerajaan Annebell. Kerajaan para peri kupu-kupu. Wajah  putri Anne terlihat begitu sendu. Sisa air mata masih membekas di sudut kelopak matanya. Detak jantungnya masih berdegup keras, memburu nafas yang seolah hampir putus dikerongkongan. Putri Anne menundukkan wajahnya, diiringi tubuh mungil yang jatuh tersungkur di bumi. Dia merasa dirinya telah gagal menyelamatkan kerajaan dan seluruh warganya. "Putri Anne, ternyata kau di sini?" seru seorang laki-laki tampan, menghampiri Anne dengan kepakan sayap yang mulai lemah. "Pangeran ..., ...

Sendiri

Gambar
                                  By, pinterst.coTiga "Apa lo bilang?" tanya Rendy kesal . Manik matanya membulat sempurna. Dadanya sedikit di busungkan, sedangkan degup jantungnya berdebar tak beraturan. "Ren guwe harus pergi dari hidup lo. Guwe nggak mungkin melanjutkan hubungan ini, apalagi setelah guwe tahu nyokap lo udah jodohin lo dengan cewek pilihannya." Kila menundukkan pandangannya. Hatinya bergemuruh. Ada rasa sedih yang tiba-tiba menyelinap di hatinya. Matanya mulai berkaca-kaca. "Apa itu artinya lo udah menutup hati lo buat guwe?" Rendi mencoba menatap Kila. "Saat ini guwe hanya ingin fokus sama kuliah guwe," ucap Kila sendu. "Guwe tahu sebenarnya hati lo berat'kan mengatakan semua ini. Lo sayang sama guwe. Lo nggak mau berpisah sama guwe, bukan?" tanya Rendy. Lika diam sesaat, bibirnya seolah kelu. Entah apa yang harus dia katakan pada Rendy. Jauh di dalam lubuk hatinya Lika i...

Bayangan Senja

Gambar
By, pinterest.com Aku masih menatap sosok tua penuh keriput. Laki-laki yang dulunya gagah penuh wibawa, kini hanya mampu duduk di teras rumah menatap senja yang mulai menyapa. Dimatanya tampak jelas kebahagian, saat dia melihat cucunya asik berlarian di halaman rumah. Sesekali ujung bibirnya tertarik, melengkung indah saat Keisya memanggilnya. "Kakek," sapa Keisya seraya meneruskan main. Laki-laki itu melambaikan tangan, gigi ompongnya terlihat saat dia tertawa. Dia ayahku, laki-laki yang sangat berarti dalam hidupku. Urat-urat yang timbul di balik kulitnya yang cokelat menandakan betapa hidupnya penuh dengan kerja keras dan pengorbanan. Pengorbanan untukku tentunya. Bagiku, ayah adalah pahlawan yang sangat berarti dalam hidup. Seluruh pengorbanan, cinta dan kasih sayangnya begitu ikhlas tercurah. Sedangkan aku belum sempat membahagiakannya. Ah, mataku mulai berkaca-kaca ketika melihat lukisan sedih di wajahnya. Dua tahun hidup sendiri tanpa pedamping hidu...

World Upside Down

Gambar
Keadaan bumi semakin kacau. Tidak hanya di kota Ramsena, namun seluruh penjuru dunia semakin kacau. Hewan dan binatang sudah tak bisa dibedakan lagi. Dibeberapa sudut kota terlihat manusia yang berprilaku seperti binatang. Sedangkan di beberapa kebun binatang, nyaris tak bisa dibedakan mana penghuni dan mana para pelatih serta penjaga. Dunia mulai terbalik. Banyak kera yang mulai berjalan lenggak-lenggok bak seorang model. Beberapa kambing dan sapi mulai senang bercermin, melamum, atau justru nongkrong di cafe untuk menikmati secangkir kopi. Sulit rasanya membedakan mana prilaku hewan sebenarnya dan mana manusia yang sejati. Manusia yang punya kecerdasan dan kodrat masing-masing. Fair menangis, deraian air mata seolah tak mau berhenti dari sudut matanya, saat dia melihat di layar monitor besar yang disambungkan pada rumahnya. Dia melihat John anak bungsunya berprilaku seperti Dogy anjing peliharaannya. John kerap menggonggong. Sesekali John menjulurkan lidahnya dan tidur di kand...

Momy

Gambar
Aku masih menatap isi rumah yang sangat berantakan. Setiap hari selalu saja aku temui sederet rutinitas yang memaksaku untuk terus move on dari hal-hal yang berbau santai atau jalan-jalan. Tidak seperti dulu waktu masih single, setiap libur selalu kugunakan untuk berpetualang. Berwisata, nonton, ngemall, pengajian bareng teman-teman atau sekedar berenang. Ya aku harus melupakan hal itu, tanggung jawabku saat ini adalah mengurus rumah tangga kecilku. Kupaksa tubuh ini untuk bangkit dari kasur, rasa pening masih menjalar di kepala. Cuaca dingin dan musim hujan sedikit menggoda kesehatanku. Mungkin hanya kelelahan atau juga masuk angin. "Mi ayo ikut nggak," tariak Erni, tetanggaku seraya melambaikan tangan dari dalam mobil. Aaah aku tahu, dia hanya ingin memanasi hatiku yang sedang baper. Baper karena menghabiskan waktu liburan di rumaj saja. Erni mau menghabiskan waktu liburnya untuk piknik ke luar kota. Aku menarik napasku. Badan ini terasa masih lemas. Mata yang sayu...

Asa yang pudar

Gambar
Mbok Jumirah, wanita tua berusia tujuh puluh tahun menatap sedih kebunnya. Tanaman yang hampir saja siap panen, rusak dimakan hama ulat. Daun yang seharusnya berdiri tegak berwarna hijau, kini habis hanya sisa pucuk kuning layu. Tergeletak tanpa daya karena serangan hama hijau kecil yang sangat rakus. Badan yang membungkuk, mencoba merabut setangkai bawang. Kurus berwarna merah muda dan berlubang. Tampaknya ulat sedang murka, tanpa ampun pada nasib petani tua seperti mbok Jumirah. Di balik kelopak matanya mulai merembak air mata yang sudah tak mampu ditampungnya lagi. Mengalir membasahi pipi keriput dengan lekukan garis-garis tua saksi kehidupan. Dadanya sesak, bibirnya tak mampu berucap apa-apa, selain air mata yang menjadi tanda kepiluan hatinya. Padahal, di kebun itulah nasibnya di pertaruhkan. Mbok Jumirah tak punya harapan lagi, bahkan untuk membayar hutang obat-obat pertanian saja dia tak tahu harus mengharap pada siapa. "Gusti Allah, kulo sabar, kulo ikhlas," u...

Sacrifice of love

Gambar
Dentuman itu terdengar sangat keras dari balik batu, tepat di mana Merry bersembunyi. Puing-puing pecah berhamburan diiringi asap yang membumbung. Merry menyeringai kesakitan, sayapnya patah dan kakinya terluka parah. Pasukan Ragnolion terus berteriak dan memburu putri kupu-kupu. “Cepatlah! ayo masuk ke gua!” Jimmy menarik lengan Merry. “Lepaskan! untuk apa Kau menolongku? bukankah Kau bagian dari mereka? dasar manusia laba-laba serakah!” Merry menyeret kakinya yang bercucuran darah. “Stt...diam, bukankah Kau tahu sejak awal Aku tak pernah berpihak pada golonganku yang serakah untuk menguasai kerajaanmu,” Jimmy membungkam mulut Merry, dan menggendongnya masuk ke dalam gua. Merry tak mampu berucap, dia terus mengaduh kesakitan. Jimmy terus berlari menggendong Merry, peluh bercucuran, napasnya terengah-engah. “Berhenti, dasar penghianat!” ucap Baron, ketua pasukan Ragnolion. Sebuah peluru melesat ke arah Merry. Namun Jimmy melindunginya, hingga peluru menyasar mengenai dada...

Bayangn Hitam

Gambar
Malam terasa semakin mencekam, saat lolongan anjing terdengar bersautan, memecah kesunyian malam. Gemerisik suara ranting pepohonan tertiup angin. Kupandang wajah-wajah lelah teman-temanku pulas dalam buaian mimpi. Hanya aku yang masih terjaga. Sosok bayangan melintas bersamaan dengan suara deheman misterius. Aku tersentak kaget. Bulu romaku menggamang. Namun rasa penasaranku mengalahkan ketakutan yang sejak tadi menghantui. Perlahan ku keluar tenda. Mataku menyisir seluruh lokasi perkemahan. Tak ada siapapun, semua tertidur dalam tenda masing-masing. Tiba-tiba aroma steak menyergap hidungku. Bayangan hitam terlihat di antara semak-semak tinggi menuju hutan. Aku teringat ucapan nenek. "Nduk kalau bau aroma singkong bakar, itu berartu ada sosok genderwo disekitar kita." Namun, saat ini bukan aroma singkong bakar yang kucium. Mustahil juga di hutan ada yang masak steak tengah malam. Apa mungkin itu cucunya genderwo. Pikiranku semakin kacau bersamaan hilangnya sosok hi...

Teror Malam

Gambar
Bayangan hitam kebali berkelebat tepat di hadapan Farel. Angin semakin kencang berembus hingga menusuk ke dalam jaket tebal yang di kenakan Farel. Laju motor sedikit oleng saat melintasi jalan bebatuan terjal, tepat di sisi pemakaman umum. Lampu sorot motor tak cukup untuk menerangi semua sisi jalan. Matanya terbuka lebar, menatap pohon kamboja besar di sisi kanan jalan. Detak jantungnya berdegup sangat kencang. Bulu-bulu roma di tengkuknya mulai menggamang hingga menjalar ke tangan. Laju motor terasa berat, ujung jalan pun terasa semakin jauh. Farel merasa ada yang memperhatikan dari atas pohon kamboja besar. Sosok wanita berambut panjang sedang asik duduk seraya mengayun-ayunkan kakinya yang tertutup gaun putih panjang.  Tangan dengan kuku hitam panjang membelai rambut yang terurai acak-acakan. Bola mata besar hitam dengan wajah pucat pasi terkekeh. Tawanya semakin terdengar nyaring. Secara bersamaan tiba-tiba motor Farel mogok. Terhenti tepat di samping pohon besar dimana soso...

CINTA TERAKHIR

Raja Triton geram dengan ulah Ariel putri bungsu kesayanganya. Dibusungkan dadanya yang bidang , matanya melotot, dikibaskan ekornya. Dia segera berenang menuju gua. Tempat dimana Ariel menyimpan barang- barang kesayangan miliknya. Ariel terkejut, hatinya cemas bercampur rasa takut. Ketika mendapati ayahnya datang penuh amarah. "Jauhi Erik!" tegas raja Triton dengan suara lantang, hingga menimbulkan suara gema di dalam gua. "Tapi Aku sangat mencintainya Ayah." "Dia manusia, pemanakan bangsa ikan!" sekali lagi suara raja Triton melengking hingga menimbulkan getaran. Amarahnya semakin membuncah mendengar alasan Ariel. Diangkatnya trisula, senjata sakti raja Triton.  Sambaran-sambaran petir yang keluar dari trisula diarahkan ke berbagai penjuru gua, hingga menghancurkan semua barang kesayangan Ariel. Raja Triton berlalu, meninggalkan Ariel di dalam gua. Tampak jelas garis kekecewaan di wajahnya yang tua. Bola matanya memerah, detak jantungnya berdegup sa...

GARA-GARA SENYUM

Fatiya masih sibuk mendirikan kemah bersama teman satu regunya. Dia menyeka peluh yang menetes dari pelipis. Senyum manisnya selalu mengembang saat dia bercakap dengan temannya. Terik sinar mentari tak membuatnya lengah, dia sangat bersemangat. Jilbab cokelatnya membingkai wajah cantik dengan perangai penuh kesantunan. Gilang yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Fatiya merasa terkesima. Mencoba mendekat dan menolong Fatiya yang kesusahan mengikat simpul pada tongkat bambu. "Caranya seperti ini De," ucap Gilang memberi penjelasan. Tanpa sengaja Gilang menyentuh jemari Fatiya yang sedang memegangi tongkat. "Maaf ya De, Kakak nggak sengaja," ucapnya lagi. Matanya menatap wajah lembut dengan pancaran senyum manis yang menawan. Gilang merasa mulai tertarik dengan adik kelas barunya ini. "Tidak apa-apa Kak, terima kasih ya sudah mau membantu," ucap Fatiya yang masih tersipu malu karena tatapan Gilang. "Kamu anak kelas sepuluh yah?" "Iya ...

Cinderella Hijrah

Pangeran dan dua pengawalnya terus berjalan menyusuri perkampungan. Mengetuk pintu dari rumah satu ke rumah lainya. Wajah tampannya tersengat matahari siang, hingga peluh menetes dari kening . Dia terus bersemangat mencari wanita impiannya. Semua rumah penduduk sudah semuanya di masuki, tapi tak ada satu pun wanita yang kakinya pas dengan sepatu kaca yang sedang pangeran bawa. Pangeran mulai risau, gurat lelah dan cemas jelas sekali terlukis di wajahnya. Pangeran pulang tanpa cinderella, wanita yang sudah memikat hatinya. Pangeran terpana pada wanita yang sedang asik memilih jilbab di sebuah toko. Wajah gadis itu sangat mirip dengan wanita yang telah berdansa denganya malam itu. Perlahan pangeran menghampiri gadis cantik dengan balutan gaun berwarna biru. "Nona bukankah engkau pemilik sepatu kaca ini." "Iya benar Pangeran," cinderella membungkukan badan memberi hormat. "Mau Kau ikut denganku Nona, menjadi istriku dan tinggal di istanaku?" "Tapi ...