Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tantangan ODOP

Satu Cinta

Gambar
SATU CINTA Cinta Jika berbicara cinta maka tak akan ada kata untuk mengakhirinya. Sejak zaman Nabi Adam, cinta itu bertahta di hati manusia. Hingga kini di akhir zaman, Cinta selalu menjadi buah bibir yang paling asik di perbincangkan. Cinta menjadi genre yang paling populer di dunia. Cinta, lima huruf yang begitu banyak arti dan maknanya. Cinta datang tak pernah di undang. Hadir begitu saja mengisi hati. Menguasai jiwa. Namun, terkadang cinta tak selamanya manis. Rasa sakit pun kerap dirasakan oleh insan yang dimabuk cinta. Bahkan banyak cerita di kalangan masyarakat yang mengatakan "Cinta ditolak dukun bertindak" atau "Cinta bertepuk sebelah tangan, maut mengintai" Beneran saya serem dengan kata-kata tersebut. Ngeri jika membayangkan manusia yang telah dibutakan oleh rasa cinta. Padahal jika kita kaji lagi tentang cinta, rasa itu begitu indah, menyejukan, dan menenangkan. Cinta yang lahir dari keikhlasan hati. Cinta yang tak menuntut. Cinta yang ikhlas ...

ODOP asik _ FIKSI happy

Gambar
ODOP? Serasa mimpi kalau saya sudah menjadi bagian dari ODOP. Ternyata dalam ODOP itu kejam yah! Tapi bukan kejam seperti ibu tiri. Kejam karena kita dituntut harus konsisten menulis setiap hari. Mau gak mau mak-mak malez kaya saya harus terus dapat booster buat semangat nulis. Ya kalau gak gini namanya bukan ODOP. Ini adalah konsekuensi. Ini adalah peraturan. Ini adalah cara agar penulis anyar kaya saya tidak kaku. Tapi tahu nggak lewat peraturan seperti ini, saya jadi terpacu untuk terus menggali ide untuk bahan menulis, hingga akhirnya bisa lolos. Kelas selanjutnya saya masuk di kelas fiksi. Menurut saya fiksi itu asik, penuh imajinasi. Bahasanya santai sesuaikan dengan genrenya. Namun kaidah penulisan harus tetap di pakai. Suka dukanya di kelas fiksi. Banyak sukanya. Suka kalau pas teman-teman satu kelas ketuk pintu dirumahku. Padahal tuh rumah udah kaya gubuk reot, tak ada nuansa indahnya, maklum saya nih emang gaptek (namanya juga gak sekolah) nggak kaya teman-teman la...

Sketsa kehancuran

Gambar
                           Doc : pinterets Langit jingga, rona merah saga memayungi bumi. Asap-asap kehancuran membumbung, mengangkasa. Rintih jeritan memekik nurani. Tercabik-cabik. Hancur luluh lantak. Disana! Di batas garis peperangan tergambar pilu. Manusia layaknya daging dalam kuwali. Hancur berlumuran darah. Anyir menyapa aroma kekalahan. Nyawa ribuan manusia layaknya sebuah laron dalam baskom. Mati, terjerembab menyayat sukma. "Hahaha," tawa memecah sunyi dari kubu lawan. Berpesta atas kematian lawan. Tanpa iba. Tanpa sesal. Hanya sombong membusung dada berselimut keangkuhan. Sedangkan di sana, masih meninggalkan jejak duka yang tak akan pernah terobati. Ribuan luka membalut sukma. Hanya tersisa duka nestapa dalam balutan kehancuran. Tak ada lagi rasa sakit. Semua kebas. Meninggalkan sketsa derita di kornea. Untuk korban yang masih tersisa. *** Tantangan ODOP 8

Gebyar Evaluasi diri

Gambar
Tahun 2017 telah berlalu. Banyak hal yang telah kita lewati di tahun tersebut. Perjuangan, kerja keras, cobaan, halangan, atau pun rintangan telah kita lalui dengan semangat. Ya ! Tentunya dengan harapan mendapatkan hal yang kita impikan. Jika saya evaluasi ke belakang banyak hal di luar dugaan saya yang menjadi kado spesial untuk hidup saya. Baik kado yang membuat saya sedih, menangis, terharu, ataupun bahagia. Tapi kali ini saya gak mau menulis hal-hal buruk atau pun yang telah membuat pribadi saya sedih. Karena duka ataupun kesedihan bukan untuk dikenang. Namun, dikubur dalam-dalam dilupakan dan sudah saatnya move on. Apakah ada kado spesial dari Tuhan yang diberikan untuk saya di tahun 2017? Tentu banyak sekali, bahkan tak terhitung. 1. Nikmat sehat jasmani dan rukhani Akhir 2016 adalah awal kebangkitan saya dari keterpurukan dan ketidakberdayaan saya setelah melewati sakit. Disitu saya menata hidup saya kembali dari nol. Menata semangat juang hidup saya, setelah dua ka...

Resolusiku

Gambar
Waktu berlalu begitu cepat Berlari meninggalkan semua asa yang belum tercapai Bulan berganti bulan Hingga kini berada di akhir waktu Penghujung tahun 2017 Lelah Resah Suka Duka Impian Cita-cita Cinta Telah tergores indah dalam bingkai kehidupan Menorehkan semua kenangan yang indah. Tahun baru 2018 ada di depan waktu Tinggal menunggu jam Menanti menit Menunggu detik yang terus melaju cepat Doa kulantunkan dalam munajat panjang Syukur kuucapkan dalam setiap hembusan nafas Penantian bergantinya tahun Ya Allah dengan ini aku catatkan resolusiku di tahun 2018 Bukan berarti aku sombong dan tamak akan egoku Hanya menuliskan sedikit impian di tahun depan Sebagai wujud kesungguhanku dalam mewujudkan asa Bismillah ini resolusiku di tahun 2018 1. Harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berakhlak dan bisa meningkatkan keimanan. 2. Punya buku (novel) yang terbit mayor 3. Punya buku best seller 4. Menambah buku antologi 10 buku 5. Punya penghasilan minim...

World Upside Down

Gambar
Keadaan bumi semakin kacau. Tidak hanya di kota Ramsena, namun seluruh penjuru dunia semakin kacau. Hewan dan binatang sudah tak bisa dibedakan lagi. Dibeberapa sudut kota terlihat manusia yang berprilaku seperti binatang. Sedangkan di beberapa kebun binatang, nyaris tak bisa dibedakan mana penghuni dan mana para pelatih serta penjaga. Dunia mulai terbalik. Banyak kera yang mulai berjalan lenggak-lenggok bak seorang model. Beberapa kambing dan sapi mulai senang bercermin, melamum, atau justru nongkrong di cafe untuk menikmati secangkir kopi. Sulit rasanya membedakan mana prilaku hewan sebenarnya dan mana manusia yang sejati. Manusia yang punya kecerdasan dan kodrat masing-masing. Fair menangis, deraian air mata seolah tak mau berhenti dari sudut matanya, saat dia melihat di layar monitor besar yang disambungkan pada rumahnya. Dia melihat John anak bungsunya berprilaku seperti Dogy anjing peliharaannya. John kerap menggonggong. Sesekali John menjulurkan lidahnya dan tidur di kand...

Cinta di Batas Waktu

Gambar
Seperti biasa setiap purnama penuh Syam selalu setia menanti wanitanya. Dia masih duduk menunggu di tepian danau. Ada desiran kuat di hatinya, yang tiba-tiba semakin terasa tak menentu. Panas dan berubah menjadi dingin. Jantungnya berdegup hingga terasa aliran darah mengalir lebih deras. Kemeja salur biru dilapisi jaket warna cream yang lembut, membuat tampilannya terlihat cool. Rambutnya klimis, serta aroma parfum yang melekat di tubuhnya membuat Syam terlihat lebih muda dari usianya. Syamsudin nama panjang laki-laki berkaca mata minus, yang kini masih setia menanti kehadiran permaisuri hatinya. Malam semakin larut. Angin berembus begitu kencang, saat jarum jam di tangan Syam menunjukan pukul 23.50. Syam makin tak sabar menunggu wanitanya. Dia beranjak dari batu besar tempat dia duduk. Perlahan dia langkahkan kakinya menuju danau. Dekat dan semakin dekat. Cahaya berwarna biru keemasan terpancar dari tengah danau. Sebuah benda terapung dengan cahaya yang masih menyilaukan semak...

CINTA TERPENDAM

Gambar
Aku masih mematung, menatapnya dari kejauhan. Dia masih asik berbincang dengan beberapa temannya. Tawanya terlihat indah, mungkin ada hal lucu yang sedang mereka bicarakan. Yang aku tahu, dia begitu memesona. Sesekali pandangannya beredar, menyusuri keramaian. Suara musik yang menggema, memecahkan konsentrasiku yang masih memuja ketampanannya dari jauh. Mata indah dengan manik hitam, yang penuh sorot tajam mampu membuatku melayang hanya dengan satu kerlingan. Alisnya tebal, hitam berpaut menambah kesan misterius. Bibirnya merah dengan senyuman manis yang memikat. Dagunya ditumbuhi bulu-bulu jenggot tipis yang terlihat samar, membingkai indah di kulit wajah yang putih. Sedangkan rambutnya di belah pinggir, hitam, lurus. Dialah laki-laki yang saat ini masih aku puja ketampanannya. Laki-laki yang selalu mengganggu pikiranku siang dan malam. Otakku masih berkelana penuh dengan angan-angan. Berharap dia datang menghampiriku yang kini duduk sendiri. Meja ini sepi, sedangkan teman-tema...

Review novel Pengantin Laut Merah

Gambar
Review novel Judul : Pengantin laut merah Penulis: Dudun purbakala Penerbit : padi Sebwnarnya ini novel lama, tapi baru sempat saya baca. Ini kali pertama saya membaca novel dari penulis bernama Dudun purbakala. Awalnya saya tertarik membeli novel ini karena cover dan judul yang membuat saya bertanya-tanya tentang gambaran sebuah pengantin di laut merah. sinopsis singkat yang penuh sentuhan romance membuat saya penasaran. Sebuah novel yang sarat makna berbau religi. Sebuah perjalanan spiritual yang dilakukan oleh zulfikar si kuli tinta. Siapa sangka dalam tugasnya di tanah suci Zulfikar menemukan sebuah cinta. Cinta kepada seorang dokter bernama Zalwa, yang akhirnya kandas. Namun kekecewaannya terobati oleh kehadiran Faridah. Faridah seorang pramugari yang cerdas dan cantik.  Buku ini banyak menyajikan tentang pesan cinta dan kasih sayang. Tentang perjalanan spritual di kota suci. Bahasanya ringah, asik untuk dibaca.  Penulis menggunakan pov 1 dan alur maju yang ti...

Semangkuk Ramen

Gambar
http://pinterest.com/pin/437904763738373733/?source_app=android Aku menekuk kedua lututku di sofa, dengan tangan melingkar memegangi jari-jari kaki yang terasa dingin. Bibirku terasa semakin kering, sedangkan tangan dan tubuhku seolah beku. Tapi aku rasa kamar ini cukup hangat, jika dibandingkan saat tadi aku duduk di bawah pohon, tanpa jaket dan syal. Duduk seorang diri ditengah hujan salju yang sangat lebat, tanpa arah dan tujuan. Benar-benar seperti gelandangan di Soul. Entah bagaimana nasibku jika tidak ada Jimy. Mungkin saja aku mati beku di bawah pohon, tanpa satu identitas yang aku bawa. Gila! Bukannya berlibur di negeri gingseng, aku malah jadi gelandangan. Apa yang akan aku ceritakan nanti pada teman-teman, jika aku datang ke soul cuma jadi gelandangan. Kulirik kearah kasur, tiga laki-laki bermata sipit tertidur pulas. Mereka temannya Jimy, semua asing bagiku. Sedangkan Jimy, ya laki-laki itu sedang mandi, menikmati air hangat yang menguyur tubuhnya. Kamar hotel ini ti...

Menatap Asa

Gambar
https://pinterest.com/pin/804033339693517974/?source_app=android Wulan jalan terhuyung melintasi gang sempit menuju pemukiman. Tampak jelas gurat lelah yang membingkai kusut di wajahnya. Langkahnya lambat, pandangannya menunduk menatap jalan yang di lalui. Seluruh tenaganya seolah habis terkuras di tempat kerjanya. Buruh pabrik, ya itu adalah statusnya saat ini. Dan hanya pekerjaan itulah yang menjadi alasan Wulan mampu bertahan hidup di tengah hiruk pikuk kehidupan di kota buruh. Waktu menunjukan pukul 21.45 WIB. Suasana pemukiman semakin sunyi, hanya ada beberapa orang yang melintas. Mereka juga sama, seorang karyawan pabrik yang baru pulang kerja shift malam. "Baru pulang mba?" sapa tetangganya yang kebetulan melintas. "Iya pak," jawab Wulan datar. Wulan berlalu, bergegas memasuki gang kelinci menuju rumah petaknya. Kompleks kumuh yang begitu banyak di padati rumah-rumah petak tanpa fasilitas ruangan terbuka yang luas untuk bermain para anak-anak. N...

SAKSI CINTA

Gambar
 Aku masih terpegun di bangku tua ini. Sendiri menatap hamparan air yang beriar jernih di hadapanku. Di depan sana kulihat sepasang merpati bercumbu mesra. “Aaaah …, mereka selalu sukses membuatku iri,” desisku kesal. Ya, mereka tak pernah terlihat sedih atau murung. Setiap aku duduk dibangku ini, mereka selalu bersama. Mungkin juga mereka saat ini sedang mentertawakan kebodohanku, kehancuranku dan kesedihanku. Atau semua itu hanya pikiranku saja? Entahlah! Sedangkan aku tak tahu apa yang mereka katakana. Karena aku hanya manusia biasa, mana mungkin aku bisa mengetahui percakapan sepasang merpati. “Konyol!” ucapku memaki diri sendiri, seraya memegangi kepala yang rasanya semakin berat oleh masalah yang selalu datang menghampiri. Kali ini aku beranjak, meninggalkan bangku tua di depan danau. Semakin lama aku duduk di situ, maka pikiranku semakin tak waras. Karena disanalah, semua kenangan tentang Jimy selalu menari-nari indah dalam ingatanku. Dan itu artinya hatiku semaki...

DESTINASI CINTA part 12

Gambar
Sepekan telah berlalu. Shifa dan keluarganya duduk di ruang tamu Candra. Shifa masih gugup. Merasa serba salah. Tapi keyakinan akan jawaban atas lamaran Candra adalah sebuah keputusan yang harus disampaikan. Walau nantinya akan ada hati yang terluka dan kecewa. Pak Burhan masih berbincang-bincang ringan dengan keluarganya Candra, untuk mencairkan suasana yang mulai tegang. Hingga pada akhirnya Shifa pun harus menyampaikan keputusan yang berat. “Nak Shifa, boleh ibu tahu apa jawabanmu atas lamaran Candra? Ibu berharap Nak Shifa sudah memiliki jawaban yang baik,” ucap ibunya Candra. Jantung Shifa berdegup semakin kencang. Bibirnya seolah kelu untuk memulai membuka kata. Gugup bercampur takut mulai menjalari tubuhnya. Perlahan dia memejamkan mata, seraya mengembuskan napas panjang yang terasa menghimpit rongga dada. “Bismillah. Bu, Pak, dan pak Candra, jujur sebenarnya sangat sulit saya mencari jawaban atas semua ini. Bingung, bimbang saya rasakan. Hingga saya pun pasrahkan semu...

DESTINASI CINTA part 11

Gambar
Waktu terus berlalu, Shifa pun sudah lulus. Tinggal menunggu waktu wisuda yang akan dilaksanakan dua minggu lagi. Seharusnya Shifa merasa senang layaknya teman-teman Shifa yang menikmati kelulusan dengan piknik atau camping. Kali ini justru Shifa lebih terlihat murung, bahkan dia lebih sering menyendiri di kamar. Ali yang melihat perubahan pada adiknya, terus merasa cemas dan penasaran apa yang membuat adiknya merasa sedih. Dia mulai menaiki anak tangga menuju kamar Shifa. Dilihatnya kamar adiknya tertutup rapat. Ali mencoba mengetuk pintu perlahan. “Dek apa boleh Abang masuk?” ucap Ali dari balik pintu. Ali masih menunggu beberapa saat, namun belum ada jawaban dari Shifa. Dia kembali mengulangi ucapannya seraya mengetuk pintu hingga tiga kali. “Iya Bang, masuk saja. Tidak dikunci.” Perlahan ali memegang gagang pintu dan membukanya perlahan. Dilihat adiknya sedang berdiri di depan jendela. “Dek kamu kenapa? Ahir-ahir ini Abang lihat, kamu sering menyendiri di kamar.” “Tid...

DESTINASI CINTA part 10

Siang ini langit terlihat redup. Mentari bersembunyi diantara awan-awan kelabu, layaknya gadis dalam pingitan. Sesekali sinarnya mengintip bumi, namun awan kembali berarak menyelimutinya. Suasana Masjid Nur Huda masih ramai jamaah yang telah melaksanakan sholat jumat. Shifa dan ibunya pun usai melaksanakan sholat dzuhur. Suasana masjid semakin lengang, karena sebagian jamaah telah pulang. Beberapa jamaah wanita dari lantai atas mulai menuruni anak tangga menuju lantai satu. Ali dan ayahnya mulai berkumpul mendekati arah mimbar, menuju sekelompok orang yang telah duduk melingkar. Angin di luar berembus kencang. Terlihat ranting pepohonan berayun-ayun mengikuti terpaan angin. Shifa dan ibunya segera turun ke lantai bawah, setelah ada pengumuman bahwa proses pembacaan dua kalimat syahadat akan segera dimulai. Tampak seorang wanita seumuran ibu mengenakan gamis putih duduk disamping laki-laki berbaju koko putih dan kopyah hitam. Laki-laki yang tak asing lagi bagi Shifa. Dia adalah Ca...

DESTINASI CINTA part 9

Gambar
Waktu terus berlalu. Langit malam semakin terlihat menawan. Sinar purnama memancar indah. Shifa duduk santai di balkon kamarnya. Menikmati segelas mocacino hangat. Matanya masih terpaku pada buku tebal yang di pegangnya. Barisan kata-kata, mampu mencuri kesedihan pada wajah gadis cantik dalam balutan piyama panjang berwarna pink. Sesekali dia menyeka mata, menyembul butiran embun di sudut kelopaknya. Rupanya gadis itu sangat menghayati cerita dari novel yang dibacanya. Laki-laki tampan berkulit putih yang melewati kamarnya, dan melihat pintu kamar terbuka tanpa penghuni. Laki-laki itu menyisir seluruh ruangan bernuansa pink, namun belum menemui gadis penghuni kamar tersebut. Perlahan langkah kaki menarik tubuhnya menuju balkon. Dan benar saja gadis pemilik kamar nuansa pink itu sedang duduk menyendiri. Guratan senyu terukir di bibir laki-laki bertubuh tinggi dengan jenggit tipis di dagunya. Langkah kakinya semakin dekat dengan gadis berpiyama pink dan warna jilbab senada. ...

DESTINASI CINTA part 8

Gambar
Dengan langkah cepat Shifa kembali menuju meja dimana Candra sudah menunggu. "Maaf Pak, saya tinggal lama." Shifa mengatur napasnya dan mulai duduk di kursi, tepat menghadap Candra. Tanggannya merapihkan jilbab yang terasa miring. "Iya Bu, tak apa-apa." Semyumnya mengukir indah di sudut bibir. "Bapak pesan dua cup ice cream untuk siapa?" "Untuk Bu, Shifa satu," tutur Candra. "Apa Ibu suka varian mangga?" "Tadi sebelum Pak Candra datang, saya sudah habiskan satu cup besar varian kiwi. Saya bisa gemuk nih Pak, kalau terus-terusan makan Ice cream." tawa Shifa terukir, gurat di kelopak matanya tertarik hingga membingkai cantik di wajahnya. "Oh benarkah? Tapi reziki tak boleh ditolak loh bu," ucap Candra kembali. "Iya Pak. Untuk ice cream saya tidak akan nolak. Ini juga yang membuat Abang saya membuka Shifali. Biar saya puas makan ice cream." "Oh jadi Shifali ini punya abang, Bu Shifa ya?...

DESTINASI CINTA part 7

Gambar
Pagi ini cuaca sangat dingin. Hujan turun begitu deras. Gadis berkerudung biru sepinggang berdiri mematung di depan kantor guru. Beberapa buku di genggangnya, matanya masih menyaksikan hujan yang tak kunjung reda. Sesekali menatap kelas yang berada di seberang lapang. "Bu Shifa mau ke kelas ya?" ucap Candra membuyarkan pandangannya yang masih terpaku pada hujan. "Eeh Pak Candra. Iya pak, tapi saya tak bawa payung, sedangkan payung yang di kantor sudah habis di pakai guru yang lain." " Bareng dengan saya saja, Bu." "Terimakasih ya pak, untuk malam itu. Kalau Bapak tidak menolong, entah bagaimana nasib saya sekarang," ucap Shifa, senyumnya terukir indah di bibir merah mudanya. Kepalanya mendongak, menatap Candra yang lebih tinggi darinya. "Iya, bu waktu itu ayah Bu Shifa, juga sudah menyampaikan terimakasih. Sudahlah bu, jangan di pikirkan lagi. Tak perlu ibu merasa berhutang budi kepada saya." "Semoga Allah membalas se...

DESTINASI CINTA part 6

Gambar
Beberapa hari ini Shifa hanya diam di rumah untuk menenangkan diri dari trauma kejadian di malam hari yang hampir saja merenggut masa depannya. Libur kuliah dan mengajar. Esok hari Shifa sudah harus kembali beraktifitas. Ali sengaja tidak pergi ke kantor, dan mengajak Shifa berjalan-jalan ke tempat wisata. Ali menghabiskan waktu seharian bersama adiknya. Tawa canda terukir di wajah gadis cantik berjilbab pink itu. Ali terus berusaha membuat adiknya bahagia, dia ingin adiknya bisa melupakan trauma yang sedang dialaminya. Sore mulai menjelang. Sebelum pulang ke rumah, Ali mengajaknya pergi ke toko buku yang jaraknya tak jauh dari Shifali Ice Cream. Shifa mengangguk setuju. Gadis itu memang suka membaca, ini kesempatan untuknya memborong novel-novel religi. “Nanti Abang yang bayarin semua novel Shifa ya Bang,” ucap Shifa dengan seringai indai di bibirnya. “Siap, adikku sayang.” Ali menggandeng lengan Shifa memasuki toko buku. Deretan buku tersusun rapih di raknya, sesuai denga...

DESTINASI CINTA part 5

Gambar
“Tolong, tolong, tolong …,” teriak Shifa sekuat tenaga. Tubuhnya berontak dari genggaman Si botak yang semakin erat mengunci tangan Shifa. Puluhan kali Shifa berteriak meminta tolong, namun belum ada satu pun orang yang menolongnya. Jalanan masih sangat sunyi, sedangkan hujan semakin deras mengguyur. Si gondrong mengeluarkan pisau lipat dari saku celana. Mata Shifa membulat penuh. Detak jantungnya semakin kencang, urat lehernya menegang. “Hah cantik! Diam kau!” Bentak Si gondrong seraya menodongkan pisau ke arah Shifa. “Oooh sayang, kau cantik sekali. Kulit lehermu saja putih dan mulus, apalagi tubuhmu. Hahaha.” Si botak terus menggoda Shifa. Wajah mesumnya terlukis menjijikan. Deretan geliginya menyeringai. Matanya melotot menatap wajah Shifa yang terus berusaha berontak. “Buuuugh.” Shifa terjatuh, karena dorongan Si botak, dan berusaha mencium bibir Shifa. Seketika Shifa meludahi wajah Si botak. Si botak semakin panas dan merasa tertantang dengan perlawanan Shifa. “Bang...