Postingan

Gara-Gara sepatu biru dongker

Gambar
Ely memakirkan motor matic birunya, tepat di hadapan Fery yang sedang duduk di bangku panjang tak jauh dari lapangan basket. Celana jeans berwarna biru, serta kaos oblong dan rambut panjang kuncir kuda berjalan menghampiri Fery. Tatapan sinisnya membuat gadis berusia enam belas tahun itu terlihat sangat judes. Sepatu cat warna biru dongker selalu menemaninya kemana saja dia pergi. Banyak yang bilang jika rambut panjangnya itu dipotong, Ely lebih mirip seperti laki-laki. “Kenapa loe takut lawan gua?” tanya Ely ketus pada Fery. Tanganya menantang pinggang, sesekali dia mengusap hidungnya dengan ibu jarinya. “Takut lawan cewek jadi-jadian kaya loe, Enggak lah yo.” Fery semakin merasa penasaran dengan kemampuan Ely dalam basket. Fery adalah anak baru di sekolah  yang sama dengan Ely. Jadi Fery belum tahu sama sekali kemampuan cewek yang disebut-sebut lady basket di sekolahnya. Fery semakin berambisi dengan tantangan Ely. Gadis yang aneh, Guman Fery. Tak sedikit pun karakter wan...

Cerminan Diri

Gambar
“Sesungguhnya teman Itu adalah cerminan kita” Jika kita berteman dan berkumpul dengan orang yang baik, maka baik pula akhlak kita. Jika kita berkumpul dengan orang jahat maka tidak menutup kemungkinan kita pun mempunyai sifat jahat. Rasulluallah bersabda. “Permisalan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah ibarat penjual minyak kasturi dan pandai besi. Si penjual minyak kasturi bisa jadi akan memberimu minyak tersebut atau engkau bisa membeli darinya, dan kalaupun tidak, maka minimal engkau akan tetap mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan Si pandai besi, maka bisa jadi (percikan apinya) akan membakar pakaianmu, kalaupun tidak maka engkau akan tetap mendapatkan bau (asap) yang tidak enak.” (HR.Al-Bukhari no 5534, Muslim no. 2628). Jadi sudah jelas ya, Rasulluallah pun telah menganjurkan kita untuk bergaul, berteman dengan teman yang baik. Ketika ada sebuah pertanyaan yang terlontar kepada saya. Ketika Anda berkumpul dengan teman-teman yang memiliki gaya hidup b...

Katanya Nikah itu Enak?

Gambar
Nikah? Katanya sih nikah itu enak. Itu katanya ya. Tapi ada beberapa orang yang kerap kali menyesal setelah menikah. Loh ko bisa? Alasannya sih sepele. Gara-gara nggak bisa akur sama momy/popy mertua. Kadang-kadang sikap mertua juga yang belum bisa menerima si menantu manjadi bagian keluarganya sendiri. Atau bahkan malah kakak atau adik ipar yang menolak kehadiran kita. Ihhh rumit ya, lebih rumit dari perasaanku padamu .... Iya kamu (hahahha) Ya intinya dalam pernikahan itu bukan melulu enak, tapi yang nggak enaknya juga banyak. Hingga ada sebuah harapan yang sangat besar oleh si menantu. Harapan dan keinginan untuk diakui, dihargai, disayangi oleh keluarga pasangannya. Pak, bu ....menantu itu adalah anggota baru keluarga kita yang rela menyerahkan jiwa dan raganya untuk anak kita. Pak, bu .... Menantu juga sama seperti anak kita. Dia meninggalkan kelurganya demi anakmu. Pak, bu ....belajar akur sama menantu yuk! Nah buat menantu juga ... Ntu mertuamu itu sama deng...

Dampak Buruk Membentak Anak

Gambar
Siapa yang suka marah? Siapa yang pernah membentak anak? Semoga kita bisa mengontrol diri dari sikap marah yang tak terkontrol. Marah dan emosi itu memang manusiawi. Terkadang kita sebagai orangtua kerap kali menemukan perbuatan anak yang membuat kita marah, jengkel dan emosi. Hingga tanpa sadar kita marah dan membentak anak. Ternyata membentak anak itu berbahaya. Menurut banyak penelitian, ketika kita membentak anak maka akan terjadi reaksi atau respon negative didalam milyaran sel otaknya. Menurut Amir Zuhdi, dokter ahli ilmu otak, saat orang tua membentak anak maka akan muncul rasa ketakutan. Ketika muncul rasa takut itu, produksi hormon kortisol di otak akan meningkat sehingga menciptakan efek destruktif pada milyaran sel otak anak.             Beberapa ganguan pada anak yang diakibatkan oleh bentakan: 1. Anak menjadi minder, takut serta tidak percaya diri Anak akan cendrung takut untuk melakukan sesuatu. Dia berpikir jika melakukan kesal...

Ada Cinta di Secangkir Kopi

Gambar
Secangkir Espresso sudah di pesan Diandra. Biasanya dia selalu memesan Daily Brew atau Caramel Latte. Diandra masih sibuk menatap layar monitor, jemarinya masih asik menari-nari di atas keyboard. Mukanya tampak kusam, sesekali dia terlihat menggigit bibir bawahnya dan memangku dagu. Tak lama kemudian dia menutup laptopnya dan mulai beralih memainkan layar handphonenya. Suasana kafe malam itu tampak lengang, alunan melodi terdengar sangat merdu di tengah lampu-lampu yang tamaram. Kemal sang barista sekaligus pemilik kafe, sibuk meracik kopi untuk Diandra. “Ini Nona,” Kemal memberikan secangkir kopi pada Diandra. “Sudah tiga cangkir untuk malam ini, mau nambah berapa cangkir lagi?” tanya Kemal menggoda Diandra yang mukanya masih terlihat masam. “Aah ..., entahlah, mungkin dua atau tiga cangkir lagi," jawab Diandra sedikit acuh. Kemal duduk di samping Diandra, gadis yang sudah sangat dekat dengannya. Mereka dulunya satu kampus, bahkan Kemal pernah jatuh cinta pada gadis...

Mengajarkan Anak Belajar Displin dan Mandiri

Anak adalah generasi penerus kita. Tentunya sebagai orang tua kita berharap agar suatu saat anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang mandiri. Generasi yang kuat, bukan generasi ayam lehor yang letoy dan manja. Itu sih menurut saya. Karena ada sebagian masyarakat yang mempunyai pemikiran berbeda. Baginya anak adalah berlian yang sangat berharga. Tak ingin melihatnya lelah, tak ingin melihatnya susah, dan menuruti segala keinginannya. Hingga membuat si anak ini merasa bagaikan ratu dan raja. Ya sah-sah saja tentunya. Karena setiap orang tua punya pola mendidik dan pembentukan karakter yang berbeda. Membentuk karakter yang kuat tentunya bermula dari dalam keluarga. Untuk saya, yang tidak punya asisten rumah tangga, tentunya bisa mengajak anak-anak untuk berkenalan dengan segala bentuj tanggung jawab dan kedisplinan dalam rumah. Ajari si anak membereskan tempat tidurnya. Membereskan buku-buku belajar di raknya. Menaruh pakaian kotor pada keranjang baju kotor. Serta menempatkan sepatu p...

Mimpi

Gambar
Mimpi Bukankah mimpi itu milik setiap insan Bukankah siapa saja punya hak untuk bermimpi Lantas kenapa masih ada sebagian yang kaya merasa mimpi itu bukanlah milik yang miskin. Lantas kenapa masih ada sebagian yang berpendidikan merasa, mimpi itu bukan milik yang tak sekolah. Lantas kenapa masih ada sebagian yang bernasib beruntung merasa, mimpi itu bukan milik yang malang. Lalu mereka itu siapa? Apakah si sombong? Lalu mimpi itu milik siapa? Apa milik yang berkuasa dan bertahta? Seandainya bisa bertukar posisi. Apakah si sombong akan tetap membusungkan kesombongannya? Jawabannya, entahlah. Seperti aku dengan segala mimpiku Apakah menjadi penulis hanya milik yang berprestasi tinggi? Apakah menjadi penulis hanya milik yang bersekolah? Dulu, aku menutup semua impianku. Takut untuk bermimpi. Ya, aku yang hanya seorang ibu rumah tangga, tak berpendidikan tinggi, tidak berduit. Berusaha menutup telinga dari semua omongan mereka. Dan membuktikan bahwa aku juga ...